#SIP-Aplikasi Psikologi

Kali ini saya akan menulis tentang sebuah ide aplikasi berbasis psikologi. Aplikasi yang ingin saya kembangkan ini adalah sebuah aplikasi untuk mengatasi panik atau untuk mengatasi situasi yang menyebabkan orang menjadi cemas, seperti contoh adalah ketika menunggu giliran sidang, menunggu giliran untuk maju ke panggung, menunggu pengumuman, dan lain lain. Aplikasi ini bernama "Panic! Button". Dalam aplikasi ini terdapat tiga fitur yang bisa dipilih pengguna untuk bagaimana pengguna tersebut menghadapi cemas yang sedang dialami. Terdapat fitur games, yang berisi games simpel yang menurut penelitian dapat membantu mengurangi kecemasan. Terdapat fitur Write, untuk mereka yang menyalurkan cemas nya dengan cara menulis. Tulisan yang dibuat juga dapat disimpan agar bisa dibaca di kemudia hari. Lalu yang terakhir terdapat fitur Listen. Fitur Listen berguna untuk mereka yang memilih untuk mendengarkan suara suara "White Noise" untuk menenangkan diri, seperti dengan suara hujan, suara ombak, dan lain lain.

A. Flowchart Aplikasi


B. Desain Interface Aplikasi

Berikut adalah tampilan awal untuk pengguna baru, halaman isi profil dan bentuk halaman profil yang sudah terisi.



Setelah mengisi profil, pengguna akan dialihkan ke halaman awal sebagai berikut
Halaman awal untuk yang sudah membuat profil
Ketika pengguna klik tombol "Get Started" akan muncul halaman berikut

Apabila pengguna memilih Games akan muncul halaman untuk games, dan ada pilihan untuk melihat tutorial dari games tersebut


 Apabila pengguna memilih fitur Write akan muncul halaman untuk fitur write. Pengguna dapat menyimpan dan memberi judul tulisannya


Apabila pengguna memilih fitur Listen, akan muncul halaman pilihan suara. Cukup menekan tombol play untuk memutar klip rekaman. Terdapat klip suara hujan, ombak pantai, suara hutan, angin, dan aliran sungai.



Sekian tulisan mengenai aplikasi berbasis psikologi ini, semoga ide ini segera terealisasikan untuk membantu mengatasi panik dan kecemasan bagi yang membutuhkan.

#SIP Sistem Informasi Universitas Gunadarma

Haloooo...

kembali lagi di blog saya. Gimana lagi nunggu post bulanan dari blog ini?

Kali ini saya bersama teman-teman saya membuat video tentang Sistem Informasi Universitas Gunadarma. Penasaran gak gimana videonya? Check this out.

Jangan lupa buat like, comment dan subscribe ya!!!

Selamat Menonton....18/19_4PA04_Sistem Informasi Universitas Gunadarma

#SIP Database, SIM & SPK, dan AI


A.    Database
1.      Sejarah Database


Tahun 1960


Dari awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi data merupakan focus utama aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman diperusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dasar untuk model data jaringan dibentuk lalu distandardisasi oleh Conference on Data System Language (CODASYL). Kemudian, Bachman menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer ) di tahun 1973.


Pada akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Manajemen System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut model data hierarki. Dalam waktu yang sama, hasil kerja sama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika mengembangkan system SABRE. System SABRE memungkinkan user mengakses data yang sama pada jaringan computer.


Tahun 1970


Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model data relational. Pada tahun 1980, model relasional menjadi paradigm DBMS paling dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basisdata disebut transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab menjalankan program secara bersamaan terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.


Tahun 1980


Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang system basisdata dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya IBM, DB2, Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks. System khusus dikembangkan banyak vendor untuk membuat data warehouse dan mengonsolidasi data beberapa basisdata.


Suatu fenomena menarik adalah munculnya enterprice resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambah lapisan substansial dari fitur berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket yang digunakan secara luas meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket tersebut mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya manajemen inventori, perencanaan sumber daya manusia, dan analisis keuangan) yang dihadapi oleh sejumlah besar organisasi dan menyediakan lapisan aplikasi umum untuk melaksanakan tugas. Data disimpan dalam DBMS relasional. Kemudian, lapisan aplikasi dapat disesuaikan pada perusahaan berbeda sehingga biaya keseluruhan perusahaan menjadi lebih rendah disbanding biaya pembuatan lapisan aplikasi dari awal. Lebih jauh, DBMS memasuki dunia internet. Saat generasi pertama, web site menyimpan datanya secara ekskulisif dalam file system operasi. Pada saat ini, DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakese melalui web browser. Query dapat dibuat melalui form web dan format jawabannya dengan menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor basisdata menambah fitur ini untuk DBMS mereka.


Manajemen basisdata mempertimbangkan pentingnya suatu data bersifat online dan dapat diakses melalui jaringan computer. Saat ini, bidang seperti ini diwujudkan dalam basisdata multimedia, video unteraktif, perpustakaan digital, proyek ilmuwan seperti proyek pemetaan, proyek system obeservasi bumi milik NASA, dan lain sebagainya (Ramakrishnan and Gehrke, 2003).

2.      Konsep Dasar Database
Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.
Ada puluhan bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System) yang tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri. Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang paling kompleks. Pada bagian ini kita akan membahas 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna DBMS, yaitu Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan Oracle.

Langkah-Langkahnya yaitu:
Membuat Database Baru
 
Dalam Microsoft Access, tiap database tersimpan dalam sebuah file dengan ekstensi .mdb. Tiap objek baik itu tabel, form, report, query, data access page, atau lainnya yang Anda ciptakan dalam database itu juga disimpan dalam file ini. Jadi, satu file berisi semua objek dalam database Anda. Ikutilah langkah-langkah berikut ini untuk membuat database baru.
Untuk menjalankan Microsoft Access langkahnya sebagai berikut:
a.       Klik Start
b.      Klik All Programs
c.       Klik Microsoft Access. Setelah itu segera tampil jendela Microsoft Access
d.      Klik Blank Database, karena kita akan membuat database baru. Setelah Anda mengklik Blank Database, maka akan tampil kotak dialog Create databae
e.       Tentukan lokasi atau folder untuk menyimpan file Database baru Anda, misalnya di My Document
f.        Ketikkan sebuah nama file untuk Database baru Anda, misalnya LATIHAN
g.      Klik Create. Access secara otomatis akan menambahkan ekstensi .mdb ke nama file itu
h.      Teks di bagian atas di batang judul jendela database berisi nama dalam contoh ini bernama LATIHAN. Dalam Microsoft Access 2002 (XP) jendela database mempunyai dua bagian, bagian sebelah kiri menampilkan tipe objek dan group, sedangkan bagian kanan berisi objek database dan shortcut untuk menciptakan objek baru
i.        Di bawah heading objects, ada beberapa tipe objek yang bisa dipilih dan digunakan untuk berbagai keperluan, jika Anda mengklik Tables, maka Microsoft Access akan menampilkan semua tabel dalam database yang letaknya di bagian kanan jendela Database.
Merancang Tabel Baru


Anda bisa menyimpan bermacam-macam data dalam tabel yang sudah dibuat tergantung kebutuhan. Pengertian dan Kegunaan Query Jika anda telah membuat tabel-tabel dan telah memasukkan banyak data dalam tabel , suatu ketika Anda menginginkan untuk mengetahui/mencari data tertentu. Hal ini dapat anda lakukan dengan: membuka tabel, menelusuri data satu per satu, lalu membuat tabel baru untuk menyimpannya. Akan tetapi cara seperti ini sangat tidak efisien. Untuk kebutuhan tersebut, akan jauh lebih mudah jika anda menggunakan query untuk memenuhi permintaan data kita Pada dasarnya, query adalah merupakan bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database, yang telah distandarkan dan lebih dikenal dengan nama Structured Query Language (SQL).
Query dibedakan menjadi 2, yaitu:
a.       Untuk membuat/mendefinisikan obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi dan sebagainya. Biasanya disebut dengan Data Definition Language (DDL)
b.      Untuk memanipulasi data, yang biasanya dikenal dengan Data Manipulation Language (DML). Manipulasi data bisa berupa: a. Menambah, mengubah atau menghapus data. b. Pengambilan informasi yang diperlukan dari database, yang mana datanya diambil dari tabel maupun dari query sebelumnya.
Tipe Data Field
Field-field dalam sebuah tabel haruslah ditentukan tipe datanya agar Access mengetahui bagaimana agar data tersebut dapat diolah dan memperlakukan data dalam field itu. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memahami berbagai tipe data field yang ada. Bahkan pengetahuan mengenai hal ini akan bermanfaat ketika Anda merancang berbagai macam tabel dalam sebuah database.
Text
Ini adalah tipe data yang paling umum digunakan. Tipe data ini bisa digunakan untuk field alfanumeric, seperti nama, alamat, kode pos, nomor telepon dan sebagainya. Microsoft Access memberi keleluasaan bagi Anda untuk memasukkan data sampai 255 karakter ke field dengan tipe data ini.
Memo
Tipe data ini mirip dengan teks, tetapi bisa menampung sampai dengan 64.000 karakter. Tipe data text lebih sering dugunakan karena memo tidak bisa diurutkan atau diindeks.

Number
Tipe data ini digunakan untuk menyimpan data numeric yang akan digunakan untuk perhitungan matematis. Anda tidak menggunakan tipe data ini untuk nomor telepon, misalnya, karena nomor telepon tidak perlu diproses secara matematis.
Date/Time
Tipe data ini digunakan untuk nilai tanggal dan waktu. Misalnya, Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk tanggal lahir atau tanggal pembelian.
Currency
Tipe data ini terutama digunakan untuk nilai mata uang. Tetapi, Anda juga bisa menyertakan data numeric dalam perhitungan yang memerlukan satu sampai empat angka desimal. Tipe data ini, misalnya, bisa digunakan untuk nilai pembelian atau ongkos pengantaran.
Auto Number
Ini adalah angka yang secara otomatis akan terurut atau angka acak yang ditetapkan Microsoft Access untuk record baru yang ditambahkan ke sebuah tabel. Field AutoNumber tidak bisa diedit. Oleh karena itu jenis data ini digunakan untuk field yang harus unik, artinya tidak boleh ada nilai yang sama untuk field ini. Sebagai contoh Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk NIM, NIP, KARPEG atau Nomor Induk Siswa.
Yes/No
Tipe data ini hanya bisa mempunyai dua nilai yaitu Yes atau No. Data ini digunakan untuk field yang hanya mempunyai dua nilai. Misalnya, sebuah tabel yang berisi informasi mengenai karyawan bisa menggunakan tipe data ini untuk field status perkawinan di mana hanya memiliki dua nilai yaitu Ya atau Tidak.
OLE Object
Tipe data ini digunakan untuk eksternal objek, seperti bitmap atau file suara. Misalnya, Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk menyimpan gambar bitmap (foto) karyawan dalam tabel Karyawan. Meskipun file bitmap.

3.      Struktur Database
Common database structures…
·         Hierarchical
·         Network
·         Relational
·         Object-oriented
·         Multi-dimensional

Hubungan antara berbagai elemen data terpisah yang disimpan dalam database didasarkan pada salah satu dari beberapa struktur atau model logis data. Software DBMS didesain untk menggunakan struktur data tertentu agar dapat memberi para pemakai akhir akses yang cepat dan mudah ke informasi yang disimpan dalam database.

Hierarchical Structure 
·         Early DBMS structure
·         Records arranged in tree-like structure
·         Relationships are one-to-many

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiamcORepu0Ku696z_U9_-slxcOzDDddSqkIpYlmmerq8Fhhk1-ObRdLAsEhXXg1c9385bs1c4ZAEM26kbjMc_k1cdqAMOv1o20TfB7hUobYCL3q239fdxlkhKlbmf4YznEbzUnvXgUObp3/s320/Pengertian+Database%252C+Struktur+Database+dan+Pengembangan+Database.jpg

Software DBMS awal menggunakan struktur hirarkis, yang membuat hubungan antar cattan membentuk hierarki atau struktur yang seperti pohon. Dalam model hirarki tradisional, semua catatan merupakan dependen dan diatur dalam struktur multi tingkat, teridiri dari catatan akar (roat) dan sejumlah tingkat subordinat. Semua hubungan antar catatan adalah satu-ke-banyak, karena setiap elemen data dihubungkan ke hanya satu elemen di atasnya,

Network Structure 
·         Used in some mainframe DBMS packages
·         Many-to-many relationships

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI30EWEce4b3Ujhc4jg3y7r6OE8uoks7BZ4gYd-4aH_q1cEeh14Pr5D2scyZd_4v5YG9P5bMpCEj9Vu-KAyGvDGsM-jkeqv5BtHXmY-aeZHSP7ceQL71tecmEsIb5xcq5gz07inSam8L6-/s400/Pengertian+Database%252C+Struktur+Database+dan+Pengembangan+Database.jpg

Struktur jaringan dapat mewakili hubungan logis yang lebih rumit, dan masih digunakan oleh beberapa software mainframe DBMS. Struktur ini memungkinkan hubungan banyak-ke-banyak antar catatan, dengan kata lain model jaringan dapat mengakses elemen data dengan mengikuti salah satu dari beberapa jalur, karena elemen data atau catatan apapun dapat dihubungkan ke banyak elemen data lainnya.


Relational Structure

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_v3q39FXpq4uNL2oqzX3__EHPBbNc9OiSynCn536Mryfd7yaDeLKRvHGoiAXhuzzvMN7gPPceekG5ksTigkQfL7ESQvW1Eh1BH2u4D14Nn5oBGqScvwvO_h0_1tFdZbRIHi8kbYunxpO_/s400/Pengertian+Database%252C+Struktur+Database+dan+Pengembangan+Database.jpg

Most widely used structure
·         Data elements are stored in tables
·         Row represents a record; column is a field
·         Can relate data in one file with data in another, if both files share a common data element

Model relasional adalah model yang paling banyak digunakan dari ketiga struktur database. Model ini digunakan oleh kebanyakan software DBMS mikrokomputer, dan juga sistem skala menengah dan mainframe. Dalam model ini, semua elemen data dalam database disimpan dan dipandang dalam bentuk tabel-tabel sederhana.
4.      Kelemahan dan Keunggulan database

KEUNTUNGAN menggunakan DBMS:
a.       Penggunaan Data Bersama (The Data Can Be Shared)
b.      Mengurangi Kerangkapan Data (Redudancy Can Be Reduced)
c.       Menghindari Ketidakkonsistenan Data (Inconsistency Can Be Avoided)
d.      Integritas Data Terpelihara (Integrity Can Be Maintained)
e.       Keamanan Terjamin (Security Can Be Enforced)
f.        Kebutuhan User Yang Kompleks Dapat Teratasi (Balanced conflicting requirements)
g.      Pelaksanaan Standarisasi (Standards Can Be Enforced)
h.      Meningkatkan Produktivitas (Increased productivity)
i.        Layanan Back up dan Recovery Semakin Baik (Improved backup and recovery services)

KERUGIAN menggunakan DBMS:
a.       Rumit (Complexity)
b.      Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat memperoleh manfaatnya.
Ukuran (Size)
c.       Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.
d.      Biaya DBMS (Cost of DBMS)
e.       Biaya Tambahan Hardware (Additional hardware costs)
f.        Biaya Konversi (Cost of conversion)
g.      Performance
Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi, akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti biasanya.
Resiko Kegagalan (Higher impact of a failure)
h.      Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.
5.      Peranan database & DBMS dalam pemecahan masalah di bidang psikologi

DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.

Banyak program basis data yang sudah sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access, dan dBASE. Itu merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yang relatif kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS yang sering digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.

Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Contohnya :
a.    Seorang psikolog yang sudah memiliki banyak klien. Setiap klien memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan yang pasti identitas ynag berbeda pula. Sebagai profesi pasti memiliki kode etik dalam bekerja yang tidak dapat dilanggar, begitu pun psikolog memilki kode etik dengan klien. Salah satu kode etik nya adalah menjaga kerahasiaan data klien. Data klien yang disimpan dalam database membantu psikolog dalam menjaga kerahasiaan data tersebut. Seperti yang telah dijelaskan mengenai kelebihan dlam pemakaian sistem DBMS adalah keamanan data terjamin, mengurangi kerangkapan data.
b.    Tes kepribadian yang terdapat di jejaring sosial seperti facebook. Misalnya seorang psikolog yang membuat tes kepribadian melalui facebook. Dia membuat pertanyaan dan jawaban terlebih dahulu sebelum tes tersebut di publish ke facebook. Dia membbuat data tersebut dalam sistem database, contohnya sebuah pertanyaan mengenai pilhan warna. Setiap warna memiliki arti yang berbeda yang menggambarkan kepribadian. Dia memasukkan data mengenai berbagai macam warna beserta gamabran kepribadian berdasarkan warna tersebut. Jika sudah semua data dimasukkan dalam sistem database dan DBMS kemudian di publish ke jejaring sosial. Jika seseorang mencoba tes kerpibadian tersebut dantelah memilih jawaban dari salah satu warna, maka data yang di dalam databse akan terpanggil dan akan muncul hasilnya yakni gambaran kepribadian dari warna ynag telah dipilih oleh orang tersebut.
B.     Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Penunjang Keputusan
1.      Definisi SIM dan SPK
Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah sistem informasi yang mengolah data menjadi informasi untuk kebutuhanmanagerial dan administratif. Sistem Informasi Manajemen memiliki tiga fungsi dasar yaitu: input, proses dan output. SistemInformasi Manajemen ini juga dapat diartikan dalam konteks yang luas yaitu sebuah main sistem yang diguanakan oleh organi-sasi bisnis untuk menerapkan fungsi-fungsi bisnis yang kompleks dan secara luas sistem ini juga memberikan kegiatan-kegiatanoperasional yang tinggi seperti penyediaan informasi, pembagian data secara luas, dan pengaturan-pengaturan fungsi bisnis didalam organisasi. SistemInformasi Manajemen merupakan sebuah sistem yang besar dan terbagi atas sistem-sistem pendukunglainnya untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi bisnis yang diinginkan oleh organisasi. 

Sistem Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem yang interaktif dan sistem yang berbasis komputer dengan tujuanuntuk memudahkan pengguna dalam aktivitas pengambilan keputusan dan memilih solusi yang tepat dalam sebuah aktvitas.Selain itu, Sistem Pendukung Keputusan ini merupakan sebuah sistem yang dapat menganalisa data-data bisnis dan secaracepat menghasilkan sebuah pemecahan masalah kepada pengguna untuk membuat sebuah keputusan yang lebih efisien danefektif. Sistem Pendukung Keputusan ini menyediakan penyimpanan data dan meningkatkan proses temu kembali solusi yangtepat dari sebuah masalah yang dihadapi. Sistem ini, mendukung aktivitas-aktivitas penyusunan, pemodelan dan pemecahanmasalah
2.      Konsep SIM & SPK
Selain kita harus mengetahui definisi dari SIM, kita juga harus mengetahui dan memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan informasi, pemakaian informasi, dan nilai informasi. Berikut adalah konsep-konsep pokok SIM.
a.        Konsep Informasi
Informasi menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu.
b.      Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi
Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.
c.       Konsep Sistem
Karena sistem informas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi.
d.      Konsep Organisasi dan Manajemen
Sistem informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk mendukung fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting dalam bentuk keorganisasian.
e.        Konsep Pengambilan Keputusan
Rancangan SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap optimasi, tetapi juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.
f.        Konsep Nilai Informasi
Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai informasi. Sistem informasi dalam perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dimana terjadi arus sumber daya dengan lingkungannya. Dalam informasi, data input diperoleh dari lingkungan, misalnya informasi kenaikan pajak yang diumumkan pemerintah, dan perubahan kurs mata uang. Semua data dari luar tersebut mengalir masuk ke dalam sistem.
Oleh karena itu, sistem informasi membantu para manajer dan pimpinan perusahaan untuk mendapatkan gambaran mengenai perusahaan. Informasi yang didapat merupakan bahan masukan penting bagi manajer dalam pengambilan keputusan.
3.      Model SIM & SPK

Permodelan Sistem Pendukung Keputusan/Decision Support System
Model Iconic (skala)
Adalah sebuah replika (tiruan nyata) secara fisik dari sistem dan biasanya berdasarkan pada skala yang lebih kecil dari aslinya. Model ini mungkin muncul secara skala dalam tiga dimensi. Ini sering dapat dikatakan sebagai maket. Suatu foto merupakan model iconic yang berdimensi dua, juga graphical user interface dan object-oriented programming menggunakan model jenis ini.

Model Analog
Model ini tidak mirip sistem aslinya, tetapi berkarakteristik seperti aslinya. Model ini lebih abstrak daripada model sebelumnya dan dianggap sebagai penyajian secara simbolik dari suatu realitas. Model analog biasanya memakai diagram/chart dua dimensi.

Contoh : chart organisasi yang memuat struktur organisasi.

Model Matematika (Kuantitatif)
Makin besar problema yang dihadapi, maka makin kompleks solusi yang dapat ditemukan. Namun, kadang-kadang kompleksitas dari relasi dalam sistem organisasi tidak dapat dipresentasikan dengan icon atau analog. Model yang dapat digunakan maka adalah model matematika. Analisis DSS terbanyak dieksekusi secara numeric dengan bantuan matematika atau model kuantitatif seperti ini. Menggunakan notasi-notasi dan persamaan-persamaan matematika untuk merepresentasikan sistem. Pada model matematika, atribut-atribut dinyatakan dengan variabel-variabel, dan aktivitas-aktivitas dinyatakan dengan fungsi matematika yang menjelaskan hubungan antar variabel-variabel tersebut.

Model Statis
Digunakan bila jangka waktu variabel dianggap konstan dan interelasi unsur-unsur model dinyatakan sebagai persamaan yang tidak berubah dengan waktu. Sebagian besar situasi pengambilan keputusan statis diperkirakan berulang dengan kondisi yang identik.

Contoh: satu keputusan mengenai membuat sendiri atau membeli satu produk.

Model Dinamis
Menempatkan waktu sebagai variabel bebas, sehingga model jenis ini menggambarkan dinamika suatu sistem sebagai fungsi dari waktu. Untuk memperoleh hasil, perhitungan dilakukan secara berulang-ulang (iterasi) sampai tercapai nilai kesalahan (error) yang minimal.

Contoh: proyeksi rugi-laba 5 tahun dimana data input seperti biaya, harga, dan kuantitas berubah dari tahun ke tahun.
4.      Peranan SPK
Terdapat 5 pihak yang berperan dalam pengembangan SPK, kelima peran tersebut adalah:
a.       Manajeratau Pemakai, yaitu pihak yang terlibat langsung dengan proses pengambilan keputusan, pihak yang harus mengambil tindakan dan bertanggung jawab terhadap hasil tindakannya.
b.      Penghubung,yaitu pihak yang membantu pemakai, mungkin seorang asisten yang bertugas menjalankan terminal, atau lebih dari sekedar itu.
c.       Pembangun SPKatau Fasilitator, yaitu pihak yang mengembangkan SPK khusus dari pembangkit SPK
d.      Pendukung Teknik, yaitu pihak yang mengembangkan tambahan kemampuan atau komponen sistem informasi yang dibutuhkan dalam pengembangan pembangkit SPK. Database-database baru, model-model analisis baru, dan tambahan format tampilan data merupakan hasil kerja pendukung teknik.
e.       Pengembang Peralatan, yaitu pihak yang mengembangkan teknologi baru (baik hardware maupun software), dan meningkatkan efisiensi hubungan antara subsistem dalam SPK.

C.     
Sumber:
Ayu, E., Fernalia., Purnama, G. (2014). Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Penunjang Keputusan:kilas balik, analisa, dan rekomendasi.
O’Brien, James A. (2010). Introduction to Information Systems. 15th Edition, McGraw Hill.
Sutanta, E., (1996). Sistim Database, Konsep dan Peranannya dalam Sistim Informasi Managemen. Andi Offset. Yogyakarta.
Sutabri, T. (2003).  Sistim Informasi Managemen. Penerbit ANDI Yogyakarta.



 
Vini Jauza Pratiwi Blog Design by Ipietoon