Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang

Unit Pembangkitan Muara Karang adalah sebuah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangit listrik tenaga gas uap (PLTGU) yang dikelola oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali. Pembangit ini berada di daerah Pluit, Jakarta Utara. Pembangkit ini mengoperasikan 5 PLTU dan 1 PLTGU dengan total kapasitas 1.200 MW. Unit Pembangkitan Muara Karang menyuplai energi listrik di Jakarta dan sejumlah area VVIP termasuk Istana Negara dan Gedung DPR/MPR. Energi listrik ini kemudian didistribusikan melalui SUTT 150 kV. 

Kondisi PLTGU Muara karang saat ini sedang terkena banjir. Luapan air dari banjir besar di Jakarta menyebabkan sebagian area PLTGU Muarakarang terendam air. PLTGU di bagian utara Jakarta tersebut tidak bisa beroperasi optimal. PLTGU Muarakarang adalah salah satu pembangkit utama yang memasok kebutuhan listrik untuk sebagian wilayah Jakarta. PLTU Muara Karang_Banjir“Hal ini menyebabkan pasokan listrik ke Jakarta berkurang dan beberapa area terpaksa dipadamkan” kata Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana. Beberapa unit PLTGU saat ini masih bisa beroperasi dengan total daya mampu sekitar 750 Mega Watt (MW). 

Disamping PLTGU Muarakarang, beberapa gardu listrik di Jakarta juga terpaksa dipadamkan karena gardu tersebut tergenang air atau area yang listriknya dipasok oleh gardu tersebut tergenang air. “Hal ini untuk menjaga keselamatan warga Masyarakat” kata Ngurah Adnyana. Hingga saat ini PLN memadamkan 1.199 gardu distribusi di Jakarta. “Kami mohon pengertian warga masyarakat atas pemadaman ini” tambah Adnyana. 

Disamping itu, bagi warga masyarakat yang daerahnya tergenang banjir dimohon agar segera mematikan listrik dengan cara menurunkan posisi mini circuit breaker (MCB) atau sekering di meteran listrik. Pastikan posisi sekering tersebut dalam posisi off. Matikan juga semua peralatan listrik dengan mencabut kabel dari stop kontak. 

Hal lain yang perlu diketahui masyarakat, pada saatnya nanti setelah banjir surut dan keadaan aman diperlukan waktu untuk membersihkan, mengeringkan dan menguji gardu listrik yang semula dipadamkan. “Untuk itu kami mohon pengertian Masyarakat jika setelah surut nanti kemungkinan listrik tidak bisa langsung menyala. Diperlukan waktu untuk memastikan gardu tersebut dalam kondisi aman sebelum dinyalakan” tandas Adnyana.

0 comments:

Post a Comment

 
Vini Jauza Pratiwi Blog Design by Ipietoon