A.
Database
1.
Sejarah Database
Tahun
1960
Dari
awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi data merupakan focus utama
aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman diperusahaan General Electric
mendesain generasi pertama DBMS yang disebut Penyimpanan Data Terintegrasi
(Integrated Data Store). Dasar untuk model data jaringan dibentuk lalu
distandardisasi oleh Conference on Data System Language (CODASYL). Kemudian,
Bachman menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu komputer
) di tahun 1973.
Pada
akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information
Manajemen System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja
yang disebut model data hierarki. Dalam waktu yang sama, hasil kerja sama
antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika mengembangkan system SABRE.
System SABRE memungkinkan user mengakses data yang sama pada jaringan computer.
Tahun
1970
Pada
tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di San Jose mengusulkan suatu
representasi data baru yang disebut model data relational. Pada tahun 1980,
model relasional menjadi paradigm DBMS paling dominan. Bahasa query SQL
dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai bagian proyek Sistem R dari
IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan SQL-92 diadopsi oleh American
National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization
(ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basisdata disebut
transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab menjalankan program
secara bersamaan terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing
award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.
Tahun
1980
Pada
akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak bidang system basisdata
dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi bahasa query yang
powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data
yang kompleks semua bagian organisasi. Beberapa vendor (misalnya IBM, DB2,
Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan kemampuan menyimpan tipe
data baru misalnya image dan text serta kemampuan query yang kompleks. System
khusus dikembangkan banyak vendor untuk membuat data warehouse dan
mengonsolidasi data beberapa basisdata.
Suatu
fenomena menarik adalah munculnya enterprice resource planning (ERP) dan
management resource planning (MRP), yang menambah lapisan substansial dari
fitur berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket yang digunakan secara luas
meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel. Paket tersebut
mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya manajemen inventori, perencanaan
sumber daya manusia, dan analisis keuangan) yang dihadapi oleh sejumlah besar
organisasi dan menyediakan lapisan aplikasi umum untuk melaksanakan tugas. Data
disimpan dalam DBMS relasional. Kemudian, lapisan aplikasi dapat disesuaikan
pada perusahaan berbeda sehingga biaya keseluruhan perusahaan menjadi lebih
rendah disbanding biaya pembuatan lapisan aplikasi dari awal. Lebih jauh, DBMS
memasuki dunia internet. Saat generasi pertama, web site menyimpan datanya
secara ekskulisif dalam file system operasi. Pada saat ini, DBMS dapat
digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakese melalui web browser. Query
dapat dibuat melalui form web dan format jawabannya dengan menggunakan markup
language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor
basisdata menambah fitur ini untuk DBMS mereka.
Manajemen
basisdata mempertimbangkan pentingnya suatu data bersifat online dan dapat
diakses melalui jaringan computer. Saat ini, bidang seperti ini diwujudkan
dalam basisdata multimedia, video unteraktif, perpustakaan digital, proyek
ilmuwan seperti proyek pemetaan, proyek system obeservasi bumi milik NASA, dan
lain sebagainya (Ramakrishnan and Gehrke, 2003).
2.
Konsep Dasar Database
Konsep
dasar dari database adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari
pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta
yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan
obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antara obyek
tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan
struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model
yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah
yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan
dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom.
Ada puluhan
bahkan mungkin ratusan perangkat lunak DBMS (Database Management System)
yang tersedia. Masing-masing memiliki spesifikasinya sendiri-sendiri.
Mulai dari yang sangat sederhana sampai yang paling kompleks. Pada bagian
ini kita akan membahas 5 buah DBMS yang cukup familiar dikalangan pengguna
DBMS, yaitu Microsoft Access, MySQL, Microsoft SQL Server, PosgreSQL, dan
Oracle.
Langkah-Langkahnya yaitu:
Membuat
Database Baru
Dalam Microsoft Access, tiap database tersimpan dalam sebuah file dengan
ekstensi .mdb. Tiap objek baik itu tabel, form, report, query, data access
page, atau lainnya yang Anda ciptakan dalam database itu juga disimpan dalam
file ini. Jadi, satu file berisi semua objek dalam database Anda. Ikutilah
langkah-langkah berikut ini untuk membuat database baru.
Untuk
menjalankan Microsoft Access langkahnya sebagai berikut:
a. Klik Start
b.
Klik
All Programs
c.
Klik
Microsoft Access. Setelah itu segera tampil jendela Microsoft Access
d.
Klik
Blank Database, karena kita akan membuat database baru. Setelah Anda mengklik
Blank Database, maka akan tampil kotak dialog Create databae
e.
Tentukan
lokasi atau folder untuk menyimpan file Database baru Anda, misalnya di My
Document
f.
Ketikkan
sebuah nama file untuk Database baru Anda, misalnya LATIHAN
g.
Klik
Create. Access secara otomatis akan menambahkan ekstensi .mdb ke nama file itu
h.
Teks
di bagian atas di batang judul jendela database berisi nama dalam contoh ini
bernama LATIHAN. Dalam Microsoft Access 2002 (XP) jendela database mempunyai
dua bagian, bagian sebelah kiri menampilkan tipe objek dan group, sedangkan
bagian kanan berisi objek database dan shortcut untuk menciptakan objek baru
i.
Di
bawah heading objects, ada beberapa tipe objek yang bisa dipilih dan digunakan
untuk berbagai keperluan, jika Anda mengklik Tables, maka Microsoft Access akan
menampilkan semua tabel dalam database yang letaknya di bagian kanan jendela
Database.
Merancang
Tabel Baru
Anda bisa menyimpan bermacam-macam data dalam tabel yang sudah
dibuat tergantung kebutuhan. Pengertian dan Kegunaan Query Jika anda
telah membuat tabel-tabel dan telah memasukkan banyak data dalam tabel , suatu
ketika Anda menginginkan untuk mengetahui/mencari data tertentu. Hal ini dapat
anda lakukan dengan: membuka tabel, menelusuri data satu per
satu, lalu membuat tabel baru untuk menyimpannya. Akan tetapi cara
seperti ini sangat tidak efisien. Untuk kebutuhan tersebut, akan jauh lebih
mudah jika anda menggunakan query untuk memenuhi permintaan data kita Pada
dasarnya, query adalah merupakan bahasa untuk melakukan manipulasi
terhadap database, yang telah distandarkan dan lebih dikenal dengan nama
Structured Query Language (SQL).
Query
dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Untuk membuat/mendefinisikan
obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi dan sebagainya. Biasanya
disebut dengan Data Definition Language (DDL)
b. Untuk memanipulasi data, yang
biasanya dikenal dengan Data Manipulation Language (DML). Manipulasi data bisa
berupa: a. Menambah, mengubah atau menghapus data. b. Pengambilan informasi
yang diperlukan dari database, yang mana datanya diambil dari tabel maupun dari
query sebelumnya.
Tipe
Data Field
Field-field
dalam sebuah tabel haruslah ditentukan tipe datanya agar Access mengetahui
bagaimana agar data tersebut dapat diolah dan memperlakukan data dalam field
itu. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memahami berbagai tipe data
field yang ada. Bahkan pengetahuan mengenai hal ini akan bermanfaat ketika Anda
merancang berbagai macam tabel dalam sebuah database.
Text
Ini
adalah tipe data yang paling umum digunakan. Tipe data ini bisa digunakan untuk
field alfanumeric, seperti nama, alamat, kode pos, nomor telepon dan sebagainya.
Microsoft Access memberi keleluasaan bagi Anda untuk memasukkan data sampai 255
karakter ke field dengan tipe data ini.
Memo
Tipe
data ini mirip dengan teks, tetapi bisa menampung sampai dengan 64.000
karakter. Tipe data text lebih sering dugunakan karena memo tidak bisa
diurutkan atau diindeks.
Number
Tipe
data ini digunakan untuk menyimpan data numeric yang akan digunakan untuk
perhitungan matematis. Anda tidak menggunakan tipe data ini untuk nomor
telepon, misalnya, karena nomor telepon tidak perlu diproses secara
matematis.
Date/Time
Tipe
data ini digunakan untuk nilai tanggal dan waktu. Misalnya, Anda bisa
menggunakan tipe data ini untuk tanggal lahir atau tanggal pembelian.
Currency
Tipe
data ini terutama digunakan untuk nilai mata uang. Tetapi, Anda juga bisa
menyertakan data numeric dalam perhitungan yang memerlukan satu sampai empat
angka desimal. Tipe data ini, misalnya, bisa digunakan untuk nilai pembelian
atau ongkos pengantaran.
Auto
Number
Ini
adalah angka yang secara otomatis akan terurut atau angka acak yang ditetapkan
Microsoft Access untuk record baru yang ditambahkan ke sebuah tabel. Field
AutoNumber tidak bisa diedit. Oleh karena itu jenis data ini digunakan untuk
field yang harus unik, artinya tidak boleh ada nilai yang sama untuk field ini.
Sebagai contoh Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk NIM, NIP, KARPEG atau
Nomor Induk Siswa.
Yes/No
Tipe
data ini hanya bisa mempunyai dua nilai yaitu Yes atau No. Data ini digunakan
untuk field yang hanya mempunyai dua nilai. Misalnya, sebuah tabel yang berisi
informasi mengenai karyawan bisa menggunakan tipe data ini untuk field status
perkawinan di mana hanya memiliki dua nilai yaitu Ya atau Tidak.
OLE
Object
Tipe
data ini digunakan untuk eksternal objek, seperti bitmap atau file suara.
Misalnya, Anda bisa menggunakan tipe data ini untuk menyimpan gambar bitmap
(foto) karyawan dalam tabel Karyawan. Meskipun file bitmap.
3. Struktur
Database
Common
database structures…
·
Hierarchical
·
Network
·
Relational
·
Object-oriented
·
Multi-dimensional
Hubungan antara berbagai elemen data terpisah yang disimpan dalam database
didasarkan pada salah satu dari beberapa struktur atau model logis data.
Software DBMS didesain untk menggunakan struktur data tertentu agar dapat
memberi para pemakai akhir akses yang cepat dan mudah ke informasi yang
disimpan dalam database.
Hierarchical Structure
·
Early DBMS structure
·
Records arranged in tree-like structure
·
Relationships are one-to-many
Software
DBMS awal menggunakan struktur hirarkis, yang membuat hubungan antar cattan
membentuk hierarki atau struktur yang seperti pohon. Dalam model hirarki
tradisional, semua catatan merupakan dependen dan diatur dalam struktur multi
tingkat, teridiri dari catatan akar (roat) dan sejumlah tingkat subordinat.
Semua hubungan antar catatan adalah satu-ke-banyak, karena setiap elemen data
dihubungkan ke hanya satu elemen di atasnya,
Network Structure
·
Used in some mainframe DBMS packages
·
Many-to-many relationships
Struktur jaringan dapat mewakili hubungan logis yang lebih rumit, dan masih
digunakan oleh beberapa software mainframe DBMS. Struktur ini memungkinkan
hubungan banyak-ke-banyak antar catatan, dengan kata lain model jaringan dapat
mengakses elemen data dengan mengikuti salah satu dari beberapa jalur, karena
elemen data atau catatan apapun dapat dihubungkan ke banyak elemen data
lainnya.
Relational Structure
Most widely used structure
·
Data elements are stored in tables
·
Row represents a record; column is a field
·
Can relate data in one file with data in
another, if both files share a common data element
Model relasional adalah model yang paling banyak digunakan dari ketiga struktur
database. Model ini digunakan oleh kebanyakan software DBMS mikrokomputer, dan
juga sistem skala menengah dan mainframe. Dalam model ini, semua elemen data
dalam database disimpan dan dipandang dalam bentuk tabel-tabel sederhana.
4.
Kelemahan
dan Keunggulan database
KEUNTUNGAN menggunakan DBMS:
a.
Penggunaan
Data Bersama (The Data Can Be Shared)
b.
Mengurangi
Kerangkapan Data (Redudancy Can Be Reduced)
c.
Menghindari
Ketidakkonsistenan Data (Inconsistency Can Be Avoided)
d.
Integritas
Data Terpelihara (Integrity Can Be Maintained)
e.
Keamanan
Terjamin (Security Can Be Enforced)
f.
Kebutuhan
User Yang Kompleks Dapat Teratasi (Balanced conflicting requirements)
g.
Pelaksanaan
Standarisasi (Standards Can Be Enforced)
h.
Meningkatkan
Produktivitas (Increased productivity)
i.
Layanan
Back up dan Recovery Semakin Baik (Improved backup and recovery services)
KERUGIAN menggunakan DBMS:
a.
Rumit
(Complexity)
b.
Karena
penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang
cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik,
sehingga dapat memperoleh manfaatnya.
Ukuran (Size)
c.
Kerumitan
dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software
pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.
d.
Biaya
DBMS (Cost of DBMS)
e.
Biaya
Tambahan Hardware (Additional hardware costs)
f.
Biaya
Konversi (Cost of conversion)
g.
Performance
Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi, akibatnya mungkin
beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti biasanya.
Resiko Kegagalan (Higher impact of a failure)
h.
Karena
system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka
kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.
5.
Peranan
database & DBMS dalam pemecahan masalah di bidang psikologi
DBMS merupakan software yang
digunakan untuk membangun suatu sistem basis data yang “sempurna”. DBMS harus
dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa
menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan
masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
Banyak program basis data yang sudah
sering kita gunakan, misalnya : FoxPro, Clipper, Access, dan dBASE. Itu
merupakan contoh dari DBMS yang digunakan pada PC dalam skala yang relatif
kecil. Dalam skala yang lebih besar, dikenal beberapa DBMS yang sering
digunkan, antara lain : Sybase, DB2, Informix, Oracle, dan lain-lain.
Database merupakan salah satu
komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam
menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan
digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan
menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. Contohnya :
a.
Seorang psikolog yang sudah memiliki banyak klien. Setiap klien memiliki
permasalahan yang berbeda-beda dan yang pasti identitas ynag berbeda pula.
Sebagai profesi pasti memiliki kode etik dalam bekerja yang tidak dapat
dilanggar, begitu pun psikolog memilki kode etik dengan klien. Salah satu kode
etik nya adalah menjaga kerahasiaan data klien. Data klien yang disimpan dalam
database membantu psikolog dalam menjaga kerahasiaan data tersebut. Seperti
yang telah dijelaskan mengenai kelebihan dlam pemakaian sistem DBMS adalah
keamanan data terjamin, mengurangi kerangkapan data.
b.
Tes kepribadian yang terdapat di jejaring sosial seperti facebook.
Misalnya seorang psikolog yang membuat tes kepribadian melalui facebook. Dia
membuat pertanyaan dan jawaban terlebih dahulu sebelum tes tersebut di publish
ke facebook. Dia membbuat data tersebut dalam sistem database, contohnya sebuah
pertanyaan mengenai pilhan warna. Setiap warna memiliki arti yang berbeda yang
menggambarkan kepribadian. Dia memasukkan data mengenai berbagai macam warna
beserta gamabran kepribadian berdasarkan warna tersebut. Jika sudah semua data
dimasukkan dalam sistem database dan DBMS kemudian di publish ke jejaring
sosial. Jika seseorang mencoba tes kerpibadian tersebut dantelah memilih
jawaban dari salah satu warna, maka data yang di dalam databse akan terpanggil
dan akan muncul hasilnya yakni gambaran kepribadian dari warna ynag telah
dipilih oleh orang tersebut.
B. Sistem
Informasi Manajemen dan Sistem Penunjang Keputusan
1. Definisi SIM dan SPK
Sistem
Informasi Manajemen merupakan sebuah sistem informasi yang mengolah data
menjadi informasi untuk kebutuhanmanagerial dan administratif. Sistem Informasi
Manajemen memiliki tiga fungsi dasar yaitu: input, proses dan output.
SistemInformasi Manajemen ini juga dapat diartikan dalam konteks yang luas
yaitu sebuah main sistem yang diguanakan oleh organi-sasi bisnis untuk
menerapkan fungsi-fungsi bisnis yang kompleks dan secara luas sistem ini juga
memberikan kegiatan-kegiatanoperasional yang tinggi seperti penyediaan
informasi, pembagian data secara luas, dan pengaturan-pengaturan fungsi bisnis
didalam organisasi. SistemInformasi Manajemen merupakan sebuah sistem yang
besar dan terbagi atas sistem-sistem pendukunglainnya untuk mengoptimalkan
fungsi-fungsi bisnis yang diinginkan oleh organisasi.
Sistem
Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem yang interaktif dan sistem yang
berbasis komputer dengan tujuanuntuk memudahkan pengguna dalam aktivitas
pengambilan keputusan dan memilih solusi yang tepat dalam sebuah aktvitas.Selain
itu, Sistem Pendukung Keputusan ini merupakan sebuah sistem yang dapat
menganalisa data-data bisnis dan secaracepat menghasilkan sebuah pemecahan
masalah kepada pengguna untuk membuat sebuah keputusan yang lebih eļ¬sien danefektif.
Sistem Pendukung Keputusan ini menyediakan penyimpanan data dan meningkatkan
proses temu kembali solusi yangtepat dari sebuah masalah yang
dihadapi. Sistem ini, mendukung aktivitas-aktivitas penyusunan, pemodelan
dan pemecahanmasalah
2. Konsep SIM & SPK
Selain kita harus mengetahui definisi dari SIM, kita
juga harus mengetahui dan memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan
informasi, pemakaian informasi, dan nilai informasi. Berikut adalah
konsep-konsep pokok SIM.
a.
Konsep Informasi
Informasi
menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu.
b.
Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi
Kemampuan
manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem
informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.
c.
Konsep Sistem
Karena
sistem informas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk
memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi.
d.
Konsep Organisasi dan Manajemen
Sistem
informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk mendukung
fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting dalam bentuk
keorganisasian.
e.
Konsep Pengambilan Keputusan
Rancangan
SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap optimasi, tetapi
juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.
f.
Konsep Nilai Informasi
Informasi
mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai
informasi. Sistem informasi dalam perusahaan juga merupakan sistem
terbuka, dimana terjadi arus sumber daya dengan lingkungannya. Dalam informasi,
data input diperoleh dari lingkungan, misalnya informasi kenaikan pajak yang
diumumkan pemerintah, dan perubahan kurs mata uang. Semua data dari luar
tersebut mengalir masuk ke dalam sistem.
Oleh
karena itu, sistem informasi membantu para manajer dan pimpinan perusahaan
untuk mendapatkan gambaran mengenai perusahaan. Informasi yang didapat
merupakan bahan masukan penting bagi manajer dalam pengambilan keputusan.
3. Model SIM & SPK
Permodelan
Sistem Pendukung Keputusan/Decision Support System
Model Iconic (skala)
Adalah
sebuah replika (tiruan nyata) secara fisik dari sistem dan biasanya berdasarkan
pada skala yang lebih kecil dari aslinya. Model ini mungkin muncul secara skala
dalam tiga dimensi. Ini sering dapat dikatakan sebagai maket. Suatu foto
merupakan model iconic yang berdimensi dua, juga graphical user interface dan
object-oriented programming menggunakan model jenis ini.
Model Analog
Model
ini tidak mirip sistem aslinya, tetapi berkarakteristik seperti aslinya. Model
ini lebih abstrak daripada model sebelumnya dan dianggap sebagai penyajian
secara simbolik dari suatu realitas. Model analog biasanya memakai
diagram/chart dua dimensi.
Contoh
: chart organisasi yang memuat struktur organisasi.
Model Matematika (Kuantitatif)
Makin
besar problema yang dihadapi, maka makin kompleks solusi yang dapat ditemukan.
Namun, kadang-kadang kompleksitas dari relasi dalam sistem organisasi tidak
dapat dipresentasikan dengan icon atau analog. Model yang dapat digunakan maka
adalah model matematika. Analisis DSS terbanyak dieksekusi secara numeric
dengan bantuan matematika atau model kuantitatif seperti ini. Menggunakan
notasi-notasi dan persamaan-persamaan matematika untuk merepresentasikan
sistem. Pada model matematika, atribut-atribut dinyatakan dengan
variabel-variabel, dan aktivitas-aktivitas dinyatakan dengan fungsi matematika
yang menjelaskan hubungan antar variabel-variabel tersebut.
Model Statis
Digunakan
bila jangka waktu variabel dianggap konstan dan interelasi unsur-unsur model
dinyatakan sebagai persamaan yang tidak berubah dengan waktu. Sebagian besar
situasi pengambilan keputusan statis diperkirakan berulang dengan kondisi yang
identik.
Contoh:
satu keputusan mengenai membuat sendiri atau membeli satu produk.
Model Dinamis
Menempatkan
waktu sebagai variabel bebas, sehingga model jenis ini menggambarkan dinamika
suatu sistem sebagai fungsi dari waktu. Untuk memperoleh hasil, perhitungan
dilakukan secara berulang-ulang (iterasi) sampai tercapai nilai kesalahan
(error) yang minimal.
Contoh:
proyeksi rugi-laba 5 tahun dimana data input seperti biaya, harga, dan
kuantitas berubah dari tahun ke tahun.
4. Peranan SPK
Terdapat
5 pihak yang berperan dalam pengembangan SPK, kelima peran tersebut adalah:
a. Manajeratau Pemakai, yaitu pihak
yang terlibat langsung dengan proses pengambilan keputusan, pihak yang harus
mengambil tindakan dan bertanggung jawab terhadap hasil tindakannya.
b. Penghubung,yaitu pihak yang membantu
pemakai, mungkin seorang asisten yang bertugas menjalankan terminal, atau lebih
dari sekedar itu.
c. Pembangun SPKatau Fasilitator, yaitu
pihak yang mengembangkan SPK khusus dari pembangkit SPK
d. Pendukung Teknik, yaitu pihak yang
mengembangkan tambahan kemampuan atau komponen sistem informasi yang dibutuhkan
dalam pengembangan pembangkit SPK. Database-database baru, model-model analisis
baru, dan tambahan format tampilan data merupakan hasil kerja pendukung teknik.
e. Pengembang Peralatan, yaitu pihak
yang mengembangkan teknologi baru (baik hardware maupun software), dan
meningkatkan efisiensi hubungan antara subsistem dalam SPK.
C.
Sumber:
Ayu, E., Fernalia.,
Purnama, G. (2014). Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Penunjang
Keputusan:kilas balik, analisa, dan rekomendasi.
O’Brien,
James A. (2010). Introduction to Information Systems. 15th Edition, McGraw Hill.
Sutanta,
E., (1996). Sistim Database, Konsep dan Peranannya dalam Sistim Informasi
Managemen. Andi Offset. Yogyakarta.
Sutabri,
T. (2003). Sistim Informasi Managemen. Penerbit ANDI Yogyakarta.