Aku terduduk dalam diam di bangku taman, hampa menatap aplikasi kalender di layar ponsel, berharap dengan membalikan tanggal akan memutar balik waktu, merubah segalanya, merubah sebuah keputusan yang berakhir sesal, sebelum semuanya berubah. Perlahan membolak balik kalender di ponsel.
November 2013
Awal dari segalanya, ketika semuanya bahagia. Ketika kau yang memulai semuanya. perlahan memberikan rasa nyaman.
Desember 2013-Januari 2014
Kunanti dirimu karena bersamamulah aku tertawa lepas, aku bahagia, dan semua temanku pun mendukungmu karena mereka tau bersamamulah aku bahagia, karena mereka tau kaulah yang terbaik untukku.
Februari 2014
Dan kaupun ada dalam genggamanku. Meskipun terdapat ragu karena perbedaan kita namun aku tetap percaya, bersamamu aku bisa bertahan.
Juli 2014
Dan badai pun menerpa, dirinya datang membawa kenyaman hangat yang tak pernah kudapat darimu, semua mulai berubah. Mereka bilang aku bodoh, bodoh karena telah menyia nyiakan dirimu. Dirimu yang sebenarnya peduli, hanya aku yang bodoh dan tak bisa melihat semua itu.
18 Agustus 2014
A goodbye. sebuah keputusan ku untuk meninggalkanmu, demi dirinya.. dan karena paa akhirnya aku tau cepat atau lambat akupun harus meninggalkanmu, karena keyakinan kita, kepercayaan kita, perbedaan kita.
November 2014
Dan dia pun meninggalkanku. Penyesalanpun datang, karma kah ini ?
Dan disinilah aku sekarang, merindukan dirimu yang dulu, tawa candamu yang selalu berhasil membuatku tersenyum, bertemu denganmu pun terasa asing. Salahku, salahku lah telah menyakiti dirimu, tak menghargai pengorbananmu, segala perjuanganmu. Membalikkan tanggal pada kalender ini tak akan mengembalikan rasamu padaku, memutar balik kenangan tak akan bisa mengulang kembali kenangan itu. Tangisan pun tak berguna, setiap butir air mata pun sia sia, dirimu telah pergi, bahagia bersama wanita lain yang lebih menghargai perjuanganmu. Hati yang sudah rusak tak akan meminta kembali pada orang yang telah merusaknya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment