#SIP Sistem Informasi Psikologi


A.     #SIP Definisi
1.    Sistem
Menurut Mustakini (2010), bahwa Sistem (System) dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen:
a.     Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu.
b.     Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Campbel dalam Hartono (2013) menegaskan bahwa sistem adalah “any group of interrelated components or parts which function together to achieve goal” (Sehimpunan bagian-bagian atau komponen yang saling berkaitan dan secara bersama-sama berfungsi atau bergerak untuk mencapai suatu tujuan).
Theo Lippeveveld, Rainer Saurborn, dan Claude Bodart (2000) mendefinisikan sistem sebagai “any collection of componnet that work togenther to achieve a common objective”(Sekumpulan komponen yang secara bersama-sama bekerja untuk mencapai suatu tujuan bersama).
Pengertian Sistem Menurut Gordon (1991) Sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
Menurut Sidharta (1995) Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas mengenai sistem, maka suatu sistem seperti sistem informasi akan lebih mudah dipahami dan dirancang jika didekati dengan pendekatan komponen. Oleh karena itu, dalam laporan ini akan menggunakan pendekatan komponen untuk menjelaskannya.
            2.    Informasi
Menurut Sutarman (2012) Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima. 
Menurut Gordon (1991)  Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berguna bagi penerimanya dan memiliki nilai bagi pengambilan keputusan saat ini atau di masa yang akan datang.
Menurut Sarosa (2009) Informasi adalah data yang sudah mengalami pemrosesan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan oleh pengunanya dalam membuat keputusan.
Menurut Lucas dalam Hartono (2013) informasi adalah data yang telah ditafsirkan agar memberikan makna tertentu bagi seseorang
Menurut Hidayat (2009) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna atau lebih berarti bagi yang menerimanya.
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Informasi adalah data yang sudah diolah sehingga mempunyai arti untuk dapat digunakan dalam membuat keputusan.
3.    Psikologi
Menurut Sobur (2003) dari asal katanya psikologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Psyche dan Logos. Psyche berarti jiwa, sukma dan roh, sedangkan logos berarti ilmu pengetahuan atau studi. Jadi pengertian psikologi secara harfiah adalah ilmu tentang jiwa.
Menurut Andiharyadi (2002) Dalam pengertian lain disebutkan psikologi adalah ilmu tentang fitrah manusia, kecenderungan manusia, perkembangan manusia, dan pikiran manusia.
Psikologi atau ilmu jiwa sebagaimana yang diterangkan Ki Fudyartanta (2001), mengartikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari segala aktivitas jiwa, yaitu mencangkup segala sesuatu yang diperbuat oleh manusia yang terwujud dalam kegiatan manusia.
Menurut Morgan dalam Sarlito (2010) psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Menurut Crow and Crow dalam Rohmah (2012) mengatakan bahwa psikologi adalah sebuah ilmu tentang perilaku manusia dan hubungan manusia.
Berdasarkan definisi definisi di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa manusia, perkembangan dan pikiran manusia serta tingkah laku manusia dan hubungan antar manusia.
4.    Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan definisi Sistem, Informasi, dan Psikologi yang sudah dijabarkan diatas, bisa disimpulkan Sistem Informasi Psikologi adalah sebuah bidang dalam ilmu psikologi yang mempelajari tentang bagaimana mengolah informasi yang masuk ke diri manusia, dimana hal ini berkaitan dengan sistem kognitif manusia. Bagaimana komponen komponen dari kognisi manusia mengolah data yang masuk untuk kemudian menjadi informasi.
B.      #SIP Komputer dan Kognisi Manusia
1.    Arsitektur Komputer
Arsitektur Komputer membahas hal-hal yang berkaitan dengan atribut-atribut yang terlihat atau di pertimbangkan oleh pemrogram yang memiliki dampak langsung pada eksekusi logis pada sebuah program. Dengan kata lain arsitektur komputer membahas masalah masalah yang berkaitan dengan fungsi komponen komponen komputer. Contoh atribut arsitektural adalah:
a.Set instruksi
b.Reprsentasi data atau jumlah bit yang digunakan untuk mempresentasikan jenis data (misal: bilangan, karakter, dll)
c. Mekanisme input output
d. Teknik pengalamatan memori
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu system komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara  pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll)
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan:
1.    Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat
2.    Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
3.    Menggunakan teknologi time sharing
4.    Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat
5.    Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain
Kelemahan:
1.    Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
2.    Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
3.    Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
4.    Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
5.    Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain
2.    Struktur Kognisi Manusia
Menurut Ausable ia berpendapat bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan. Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuan pun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
Beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain :
a. berdasarkan perkembangan individu dan kedewasaan
b. sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
c. ketepatan dalam mentraspormasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya
3.    Hubungan Arsitektur Komputer dengan Struktur Kognisi Manusia
Menurut Prof. Benny H. Hoed, struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan.
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku atau tindakan mereka terhadap sesuatu.
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Arsitektur mencakup, merancang, dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Struktur kognisi terdiri dari 2 kata, yaitu struktur dan kognisi. Menurut Piaget, struktur disebut juga scheme (skemata/Schemas). Struktur & organisasi terdapat di lingkungan, tapi pikiran manusia lebih dari meniru struktur realita eksternal secara pasif. Interaksi pikiran manusia dengan dunia luar, mencocokkan dunia ke dalam “mental framework”-nya sendiri.
Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan untuk struktur kognisi arsitektur computer adalah suatu unsur yang saling melengkapi, tetapi tidak sekompleks struktur kognisi dari manusia, karena struktur kognisi arsitektur terdiri hanya dari perangkat keras yang didesain seperti CPU, RAM, Memori, Procesor.
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).
Sampai saat ini komputer sudah mengalami perubahan dari model awalnya, walaupun begitu semua komputer memiliki arsitektur dasar yang sama. Skema computer (computer schema), adalah diagram yang menggambarkan unit-unit dasar yang terdapat dalam semua sistem komputer.
Dapat disimpulkan perbedaan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer adalah struktur kognitif manusia itu proses berpikir yang terjadi pada diri manusia, sehingga memiliki kontrol terhadap proses berpikirnya sendiri. Sedangkan arsitektur komputer yang menciptakan adalah manusia, manusia yang membuat program, manusia yang membuat pola dari sistem komputer itu, sehingga yang memiliki peran utama dari semuanya adalah manusia itu sendiri, dan jika disatukan, maka akan menimbulkan suatu hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan bagi manusia.
C.  #SIP CBIS dan Evolusi
CBIS merupakan istilah yang mengacu pada sistem informasi yang dikembangkan berbasis teknologi komputer. Istilah-istilah yang terkait dengan CBIS adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer.
Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.

Evolusi CBIS
1.      Fokus awal pada data (EDP / SIA)
Aplikasi akutansi berbasis komputer ini disebut juga dengan pengolahan data elektronik (EDP). Sistem informasi akuntansi melaksanakan akuntansi perusahaan dengan aplikasi yang ditandai pengolahan data yang tinggi.
- Pengolahan data : manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.
 - Tujuan Pengolahan Data : mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai dalam maupun di luar perusahaan.
2.     Fokus baru pada informasi / SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan yang serupa (Raymond McLeod, JR). Dan menurut Gordon B. Davis, SIM merupakan integrasi manusia dan mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional mana. Tujuan SIM adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan sub unit organisasional perusahaan menejemen &pengambilan keputusan pada suatu organisasi.
3.      Fokus Kini pada Komunikasi (Otomatisasi Perkantoran) / OA (Office Automation)
Semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi. Fungsi OA adalah memudahkan segala jenis komunikasi dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
4.      Fokus Potensial pada Konsultasi (Sistem Pakar)
Program komputer yang berfungsi seperti manusia yaitu memberikan konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan masalah. Komponen Sistem Pakar yaitu:
a.         User Interface : memungkinkan pemakai untuk berinteraksi dengan sistem pakar
b.         Knowledge Base : menyimpan pengetahuan yang digunakan untuk memecahkan masalah tertentu.
c.         Interface Engine : memberikan kemampuan penalaran yang menginterpretasikan isi dari knowledge base.
d.        Development Engine : digunakan oleh ahli dan analisis system untuk menciptakan sistem pakar.


Daftar Pustaka
Mustakini, Jogiyanto Hartono. (2010).  Sistem Informasi Teknologi. Yogyakarta: Andi Offset.
Hartono, Bambang. (2013)Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. Jakarta: Rineka Cipta.
Lippeveld, Theo dkk. (2000)Design and Implementation of Health Information System. Geneva: World Health Organization
Gordon, Davis. (1991)Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen Bagian 1. Jakarta: PT Pustaka Binamas Pressindo.
Sidharta, Lani. (1995)Pengantar Sistem Informasi Bisnis. Jakarta: P.T. ELEX Media Komputindo.
Sutarman. (2012)Buku Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayat, Deddy. (2010)Definisi Sistem. Tangerang: Jurnal Cyber Raharja.
Sobur, Alex. (2003). Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah. Bandung: Pustaka Setia.
Andiharyadi. (2000). Dimensi Spiritual Psikologi. Bandung: Pustaka Hidayah
Fudyartanta, Ki. (2001). Psikologi Umum I Dan II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sarwono, Sarlito W. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Rohmah, Noer. (2012). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras
Kadir, Abdul dan Triwahyuni, Terra. (2005). Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta :Andi Riyanto
Stallings, William. (2004). Organisasi & Arsitektur Komputer Edisi 6. PT.INDEKS Kelompok GRAMEDIA
Naskan. (2009)Pertemuan II - Evolusi dan Kinerja Komputer. Organisasi & Arsitektur Komputer
Solso, R., Maclin, O. H., dan Maclin, M.K. Psikologi Kognitif. 2007. Jakarta: Erlangga
Gaol, Jimmy Lbn. 2008. Sistem Informasi Manajemen. Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: PT.Grasindo. 
McLeod & Schell, George P. 2008. Management Information System. Jakarta : Salemba Empat. tes

0 comments:

Post a Comment

 
Vini Jauza Pratiwi Blog Design by Ipietoon